Seiring dengan pesatnya pembangunan dan kesamaan kesempatan bagi setiap orang membuat seseorang memiliki masalah yang kompleks. Secara umum, masalah-masalah tersebut tidak dapat diatas sendiri. Untuk itu diperlukan bimbingan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Bimbingan konseling bersifat edukatif, pengemabangan, dan autreach yang mengarah pada pemebentukan jati diri seseorang.
Bimbingan dan konseling di sekolah, selain untuk menimalkan angka kenakalan murid, juga berperan viral meningkatkan kualitas intelegensia dan emosional anak didik sekaligus. Tapi sayang sekali, rata-rata sekolah justru kurang perhatian terhadap profesionalisme konselor.
Bimbingan konseling merupakan salah satu unsure terpadu dalam keseluruhan program pendidikan di lingkungan sekolah Tugas guru bimbingan dan konseling, terkait dengan pengembangan diri siswa yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat dan kepribadian peserta didik di sekolah.
Konselor akan dapat melaksanakan konseling dengan baik apabila dalam pelaksanakan konseling, konselor memperhatikan budaya konsele. Konsele sebagai Individu yang memerlukan bantuan berasal dari berbagai suku, agama, adat-istiadat, dan budaya yang berbeda-beda.
Pendidikan yang bermutu, efektif, atau ideal adalah pendidikan yang mengintegasikan tiga bidang kegiatan utamanya secara senergi, yaitu bidang administratif dan kepemimpinan, bidang instruksional atau kurikuler, tetapi mengabaikan konseli yang pintar dan terampil dalam aspek akademik, maka kurang memiliki kemempuan atau kematangan dalam aspek kepribadian.